Masuk ke era elektrifikasi tidak membuat Mazda melupakan satu hal yang selama ini menjadi identitasnya: pengalaman berkendara. Filosofi Jinba-Ittai, yang menggambarkan hubungan harmonis antara pengemudi dan kendaraan, tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan mobil Mazda. Hal tersebut terlihat pada Mazda 6e Fastback, sedan listrik premium yang diperkenalkan Mazda Indonesia di GIIAS 2026.

Mazda 6e Fastback bukan sekadar sedan bermesin konvensional yang kemudian digantikan motor listrik. Mazda merancangnya sebagai kendaraan listrik dengan karakter tersendiri, mulai dari desain, penggerak roda belakang, performa, kenyamanan kabin, teknologi digital, hingga fitur keselamatan aktif i-Activsense.

Di Indonesia, Mazda 6e Fastback ditawarkan dengan harga Rp850 juta OTR Jakarta. Lantas, apa yang membuat mobil listrik ini menarik?

Desain Fastback yang menonjol
Kesan pertama Mazda 6e Fastback muncul dari desain eksteriornya. Bodinya panjang, ground clearancenya rendah dengan garis atap yang mengalir ke bagian belakang. Proporsi tersebut memberikan karakter seperti grand tourer, sebuah mobil yang dirancang untuk menikmati perjalanan jauh dengan tetap menawarkan tampilan elegan.

Mazda 6e memiliki panjang 4.921 mm, lebar 1.890 mm, dan tinggi 1.419 mm. Dimensi tersebut membuat Mazda 6e terlihat proporsional sekaligus memberikan ruang yang cukup untuk kabin. Posisi bodi yang rendah juga membantu menciptakan karakter berkendara yang lebih stabil, terutama ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi.

Meski dimensinya cukup besar, Mazda 6e tetap dirancang agar mudah dikendalikan di perkotaan. Mobil ini memiliki radius putar 5,6 meter, sehingga masih cukup praktis ketika bermanuver atau masuk ke area parkir.

Dengan desain seperti ini, Mazda 6e bukan sekadar kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari. Ia juga membawa karakter mobil yang mengundang pengemudinya untuk menikmati perjalanan.